Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts

Thursday, November 19, 2015

Menyusuri Sabana Terluas di Jawa di Taman Nasional Baluran

Sabana atau padang rumput luas memang identik dengan Afrika. Namun, Indonesia ternyata juga mempunyai hamparan padang rumput luas yang tak kalah mempesona dengan sabana milik Afrika. Taman Nasional Baluran yang terletak di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Situbondo, merupakan sabana atau padang rumput terluas di Pulau Jawa. Kawanan rusa liar dan kerbau liar yang berkeliaran secara berkelompok membuat sabana ini semakin identik dengan Afrika.
Taman Nasional Baluran ini memang terletak di tempat yang strategis. Berbatasan secara langsung dengan Selat Madura di sebelah utara, Selat Bali di sebelah timur, serta Sungai Bajulmati dan Sungai Klokoran di sebelah selatan dan barat. Kondisi tersebut menjadikan Baluran sebagai tempat yang tak kekurangan air. Sabana seluas kurang lebih 25.000 hektar ini juga mempunyai sebuah gunung berapi bernama Gunung Baluran yang sudah tidak aktif lagi.
Meski sabana atau padang rumput menutupi sebagian besar wilayah Taman Nasional Baluran, terdapat beberapa pepohonan yang membentuk hutan di taman nasional ini seperti hutan mangrove, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, serta ada hutan yang di dalamnya terdapat pohon-pohon yang selalu hijau sepanjang tahun. Dengan adanya gunung berapi yang meskipun sudah tidak aktif, tanah di Baluran merupakan tanah yang subur karena merupakan sisa-sisa dari vulkanik gunung tersebut.
Tanah hitam yang menutupi sebagian besar wilayah Baluran merupakan tanah yang sulit ditembus air. Ketika musim penghujan tiba, air akan sangat melimpah dan banyak membentuk kubangan serta kolam-kolam. Pada musim penghujan, hewan-hewan liar besar seperti kerbau akan memilih masuk ke pedalaman hutan. Namun, beberapa spesies hewan seperti merak, burung-burung, ayam hutan, serta kelompok kecil rusa akan sangat mudah ditemui di tempat terbuka.
Beberapa spesies hewan yang mendiami Taman Nasional Baluran diantaranya adalah banteng, kerbau liar, rusa, ajag, kijang, macan tutul serta kucing bakau. Banteng yang banyak terdapat di taman nasional ini merupakan maskot Baluran. Beberapa spesies burung diataranya adalah merak, burung langka layang-layang api, ayam hutan merah, kangkareng, rangkong, tuwuk, walet ekor jarum, serta bangau.

Pengunjung yang akan berwisata ke Baluran disarankan untuk menghubungi petugas terlebih dahulu, terutama bagi pengunjung yang ingin menginap atau bermalam di sekitar Taman Nasional Baluran. Di lokasi terdapat beberapa wisma atau pondokan yang bisa disewa oleh pengunjung. Untuk menemukan lokasi Taman Nasional Baluran tidaklah sulit. Hampir seluruh armada kendaraan darat bisa digunakan sebagai alat transportasi untuk mengunjungi Baluran.



Thursday, April 23, 2015

Menyibak Mistisnya Air Terjun Madakaripura

Sebagai salah satu pulau terpadat di dunia, Pulau Jawa masih menyimpan berbagai hal yang menarik untuk ditelusuri termasuk potensi wisata. Dari wisata sejarah hingga wisata alam seperti pantai dan pegunungan, Pulau Jawa mempunyai itu semua. Sebagai salah satu propinsi yang termasuk kaya akan potensi wisata, Jawa Timur juga mempunyai potensi wisata alam yang patut dikunjungi, baik itu oleh para wisatawan biasa ataupun wisatawan yang berminat dengan sejarah lampau bangsa Indonesia.
Adalah air terjun Madakaripura, yang merupakan salah satu tempat wisata misterius yang masih tersisa di Jawa. Bagi para penikmat sejarah Indonesia, Air Terjun Madakaripura konon merupakan tempat persemedian terakhir Mahapatih Gajah Mada. Berlokasi di Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, tempat ini juga akan cocok bagi para pendaki gunung.


Salah satu keunikan Madakaripura salah satunya adalah airnya yang tidak pernah habis, sehingga air terjun ini juga dijuluki sebagai air terjun abadi. Selain itu, patung besar yang konon merupakan gambaran dari sang Mahapatih juga akan menyambut setiap wisatawan yang datang ke Madakaripura. 
Sepintas, tempat ini memang tempat yang cocok untuk menenangkan diri, karena letaknya yang cukup terpencil jauh dari keramaian modernitas. Ditambah dengan deru angin dan suara air yang jatuh bergemuruh menambah pekatnya suasana mistis di Air Terjun Madakaripura. Pengunjung disarankan menggunakan mantel ataupun jaket kedap air, karena meskipun air terjun masih cukup jauh, air-air tetesan dari tebing-tebing akan mengiringi wisatawan sepanjang jalan menuju lokasi air terjun.

Di balik air terjun Madakaripura juga terdapat sebuah gua, yang konon merupakan tempat dimana sang Patih mencapai kemuliaan tertinggi, yang menurut masyarakat Jawa disebut Moksa, yaitu sebuah kondisi dimana tubuh menghilang secara fisik ataupun spiritual. Selain di hari-hari biasa, komplek Air Terjun Madakaripura juga ramai dikunjungi pada hari-hari tertentu seperti tahun baru jawa.



Yang harus diingat oleh para wisatawan yang akan mengunjungi tempat ini, pastikan membawa jaket kedap air atau mantel untuk melindungi tubuh dari tetesan-tetesan air. Selain itu juga bawalah pakaian ganti jika berniat untuk bermain-main di bawah air terjun. Wisatawan juga disarankan untuk membawa bekal yang cukup, serta tidak membuang sampah sembarangan.

Monday, December 8, 2014

Menyibak Pesona Banyuwangi

Banyuwangi, kota di ujung timur pulau Jawa tersebut memang unik dan mempesona; seakan merupakan kombinasi yang luar biasa dari Bali, Jawa, dan Madura yang membuat Banyuwangi mempunyai potensi lengkap dalam hal pariwisata, seperti ungkapan "dari timur terbit cahaya." Juga dalam kekayaan budaya, dimana salah satu suku tua masih eksis sampai sekarang yaitu Suku Osing yang mempunyai kebudayaan yang menarik untuk dipelajari.
Banyuwangi merupakan salah satu tempat liburan terbaik yang bisa dijadikan sebagai tujuan utama, karena banyaknya tujuan wisata di tempat ini, beberapa diantaranya bahkan mempunyai tantangan tersendiri bagi para penggemar wisata petualangan. Hutan-hutan mistis seolah merupakan surga tersembuyi, pantai dengan ombak kelas dunia yang sering digunakan untuk kegiatan berselancar, padang rumput yang luas, kawah Gunung Ijen yang unik, ataupun tempat penyu berkembang biak. Semuanya ada di Banyuwangi.
Wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi tak perlu bingun untuk mengunjungi mana tempat yang harus dikunjungi pertama kali, karena manapun obyek yang dikunjungi pertama kali tetap memberikan kesan dan pengalaman yang berbeda dan menarik. Padang rumput luas yang biasanya hanya ditemukan di Afrika pun bisa dijumpai di Banyuwangi, yang menjadi habitat bagi hewan-hewan eksotis seperti Banteng Jawa, Merak, Rusa, hingga predator macam Macan Tutul.
Sementara bagi wisatawan yang ingin mengalami sensasi sedikit mistis, Taman Nasioanal Alas Purwo bisa menjadi pilihan yang tepat, atau Taman Nasional Meru Betiri. Singkatnya, sangat mudah untuk menikmati pesona Banyuwangi, bahkan wisatawan pun bisa mencari info lengkap tentang Banyuwangi melalui aplikasi smartphone berbasis Android yang bernama "Banyuwangi Tourism." 

Sebagai salah satu wisata terbaik di Jawa Timur, obyek wisata di Banyuwangi juga menawarkan kuliner khas Banyuwangi yang tentunya sayang untuk dilewatkan, yaitu Rujak Soto yang merupakan kombinasi dari Rujak Cingur dan Soto Babat. Dan tentunya masih banyak pilihan menu yang lain seperti Sego Tempong, Sego Cawuk, Sate Kalak, Pecel Pitik, dan lain-lain. (Foto: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi).

Sunday, November 9, 2014

Menelusuri Surga Tersembunyi di Banyuwangi

Sebagai tempat yang berada di wilayah paling timur di Pulau Jawa, Banyuwangi memang kurang terekspos dalam hal pariwisata, padahal banyak tempat di Banyuwangi yang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah surga tersembunyi yaitu Kalibaru, yang merupakan salah satu tempat liburan terbaik di Banyuwangi.
Kalibaru mungkin belum sepopuler Kawah Ijen atau Pulau Merah, tetapi tempat ini bisa memberikan alternatif bagi para wisatawan yang ingin merasakan sensasi berbeda ketika berlibur di Banyuwangi. Kalibaru merupakan wisata alam yang akan memanjakan mata dan menyegarkan pikiran karena potensi alamnya yang indah. 
Kalibaru merupakan wilayah yang berada dalam ketinggian 428 m dari permukaan laut dan terletak di kecamatan paling barat wilayah Banyuwangi. Di Kalibaru, pengunjung akan menikmati pesona alam dari beberapa gunung yang mengelilingi wilayah tersebut yaitu Gunung Gending, Gunung Terong, Gunung Raung, Gunung Gumitir, dan juga Gunung Menyan.
Keadaan tersebut menyebabkan wilayah Kalibaru mempunyai iklim yang sejuk, bahkan cenderung dingin. Seringnya kabut yang turun ke wilayah itu juga membuat pemandangan semakin menarik. Meskipun berada di dataran tinggi, pemandangan yang ditawarkan tidak melulu hanya pegunungan karena tempat ini juga mempunyai area persawahan yang terhampar luas. 
Di Kalibaru juga terdapat beberapa objek wisata berupa air terjun yang bernama Air Terjun Wonorejo serta sebuah terowongan kereta api Merawan yang merupakan peninggalan Belanda. Pengunjung bisa menikmati terowongan ini dengan menggunakan Lori, sejenis kereta kecil yang menyusuri terowongan yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember ini.

Pengunjung tidak perlu khawatir dengan fasilitas umum karena Kalibaru telah diresmikan sebagai Kecamatan Wisata sehingga fasilitas umum seperti rumah-rumah makan telah tersedia di Kalibaru. Pengunjung juga bisa menginap di rumah-rumah warga untuk menikmati keindahan Kalibaru sepuasnya.