Sunday, December 7, 2014

Menyaksikan Eloknya Burung Cendrawasih di Habitat Aslinya

Papua seolah tak akan habis untuk dijelajahi, baik itu wisata pantainya yang sudah terkenal maupun wisata alam di pedalaman yang menegangkan, meskipun wisata alam pantai lebih terkenal di Papua karena adanya salah satu tujuan wisata terbaik yaitu Raja Ampat, yang merupakan segitiga koral dunia, tetapi bagi wisatawan yang menyukai tantangan yang berbeda ketika mengunjungi Papua bisa menyempatkan diri untuk menyusuri pedalaman hutan Papua yang eksotik untuk menyaksikan pesona burung surga, Cendrawasih Merah khas Papua di habitat aslinya.
Masih di daerah yang sama di Raja Ampat, wisatawan bisa mampir ke Desa Sawinggrai yang terletak di Distrik Meos Mansar, Raja Ampat. Di desa ini wisatawan bisa mengamati dengan jelas pesona burung surga Cendrawasih Merah yang langka di habitat aslinya. Bahkan tidak hanya Cendrawasih Merah, karena setidaknya ada empat spesies Cendrawasih (termasuk Cendrawasih Merah) berbeda yang bisa disaksikan di Desa Sawinggrai, yaitu Cendrawasih Belah Rotan, Cendrawasih Besar, dan Cendrawasih Kecil.
Atraksi yang ditunggu-tunggu oleh para wisatawan biasanya adalah ketika burung-burung jantan menari untuk mendapatkan perhatian si burung betina, dan biasanya terjadi pada musim kawin yang biasanya terjadi hampir setahun, kecuali bulan Februari dan Desember. Bulan Februari dan Desember merupakan musim bertelur bagi burung Cendrawasih. Atraksi burung Cendrawasih bisa dinikmati dua kali per harinya, yaitu pada pagi hari dan petang, dan wisatawan harus sedikit berjuang untuk menyaksikan pertunjukan ini karena 'arena' pertunjukan terletak di sebuah bukit.
Selain menikmati tarian burung Cendrawasih, pengunjung juga bisa mengamati adat istiadat Papua, khususnya di Desa Sawinggrai yang mempunyai kearifan lokal yang menarik untuk dipelajari, salah satunya tidak memburu burung Cendrawasih. Selain itu aktifitas memberi makan ikan liar juga menjadi daya tarik dari desa ini. Meskipun liar tetapi ikan-ikan berukuran kecil tersebut sangat jinak. Penduduk Desa Sawinggrai juga mempunyai larangan untuk tidak menangkap hewan laut tertentu pada waktu tertentu, yang dinamakan Sasi Laut.

Wisatawan disarankan membawa perbekalan makan dan minum karena tidak ada warung makanan di Desa Sawinggrai. Begitu juga dengan penginapan, karena biasanya Desa Sawinggrai merupakan salah satu tempat wisata yang masuk ke dalam paket tour wisata. Akan tetapi jika wisatawan ingin mengunjungi Desa Sawinggrai tanpa paket wisata manapun, wisatawan bisa menuju Kota Sorong terlebih dahulu. Kemudian menggunakan transportasi melalui laut untuk menuju Waisai, dan kemudian menuju Desa Sawinggrai.

1 comments:

  1. Apabila berkunjung ke Papua jangan lupa oleh-oleh batik khas papua yang tersedia di toko Batik Ilham dan juga batu permata atau akik

    ReplyDelete