Thursday, December 4, 2014

Eloknya Desa Wisata Kedisan di Tepi Danau Batur

Konon penduduk Bali modern mayoritas adalah penduduk yang berasal dari Pulau Jawa yang eksodus besar-besaran ke Pulau Bali akibat mundurnya pengaruh Kerajaan Majapahit pada abad ke-16 yang lalu, sementara penduduk asli Pulau Bali konon saat ini mendiami daerah di sekitar Danau Batur, yang berada di dataran tinggi yang lokasinya sangat dekat dengan Gunung Batur. 
Akan tetapi terlepas dari hal itu, menikmati eloknya pemandangan Danau Batur sekaligus Gunung Batur tidak akan bisa lebih baik dari sebuah desa wisata yang terletak tepat di pinggir Danau Batur, yaitu sebuah desa yang bernama Desa Kedisan, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kintamani. Wisata alam menjadi potensi utama yang sangat bisa diandalkan, mengingat abu vulkanik dari Gunung Batur menyebabkan lahan di sekitarnya menjadi subur sehingga cocok untuk pertanian, dan juga potensi ikan air tawar di Danau Batur.
Kegiatan yang bisa dilakukan oleh wisatawan di Desa Kedisan diantaranya adalah trekking, bersepeda berkeliling danau, ataupun menyusuri danau. Sebuah restoran apung yang menjadi salah satu ikon Desa Kedisan juga tidak bisa dilewatkan begitu saja. Bagi penggemar kegiatan mendaki gunung, Desa Kedisan juga bisa dijadikan sebagai tempat singgah sebelum melakukan perjalanan naik ke Gunung Batur. Bukan Pulau Bali jika tempat ini tak mempunyai kegiatan yang bersifat kebudayaan karena pada saat-saat tertentu, yaitu pada bulan Agustus - September di Desa Kedisan akan diadakan upacara Ngusabha Tegen.
Ngusabha Tegen adalah sebuah upacara yang dilakukan oleh penduduk desa untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh dewi kesuburan yang berdiam di Pura Dalem Prajapati. Sebagai desa wisata, Desa Kedisan juga merupakan daerah penghasil kerajinan patung dari kayu yang sudah dimulai sejak era 70an. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Desa Kedisan, disarankan untuk memakai pakaian yang cocok dengan kondisi alamnya yang berada di dataran tinggi. Saat yang tepat untuk menikmati pemandangan Danau Batur dan Gunung Batur dari Desa Kedisan adalah pada saat musim kemarau karena saat musim hujan kondisi jalur perjalanan menjadi lebih licin.
Desa ini juga dekat dengan desa legendaris Desa Trunyan. Apabila ingin menyempatkan diri ke Desa Trunyan untuk menyaksikan penguburan mayat khas Bali lebih baik untuk mewaspadai calo yang seringkali meminta bayaran lebih ke wisatawan. Sebagai desa wisata, Desa Kedisan mempunyai fasilitas umum yang cukup lengkap, dari restoran, hotel, pasar, sampai toko suvenir. Desa wisata Kedisan bisa menjadi salah satu alternatif wisata terbaik yang ada di Bali jika ingin melihat potensi wisata Bali selain wisata pantai.

0 comments:

Post a Comment